Powered By Blogger

Minggu, 17 Oktober 2010

singkat, padat, tak jelas

"TIK". Sebuah materi pembelajaran yang membutuhkan realisasi atas segala teori yang berhubungan dengan dunia komunikasi, dalam hal ini "komputer". Tidak hanya mendengar, memperhatikan, atau membaca untuk dapat benar-benar menguasai TIK. Kita diharuskan praktek untuk menerapkan dan mengaplikasikan segala pengetahuan yang kita dapatkan. Oleh karna itu, tidaklah heran jika pelajaran atau mata kuliah TIK identik dengan praktikum.
Selama 2x pertemuan berjumpa dengan praktikum TIK, fasilitator memang cukup bisa memberikan sedikit kesan menyenangan dan bayangan bagaimana praktikum-praktikum selanjutnya selama semester 1 bahkan selama kuliah. Tapi sayang, materi-materi yang diberikan oleh fasilitator tidak sebagai materi baru bahkan sudah menjadi materi yang tidak asing lagi. Khusunya bagi mereka yang selalu berkutat dengan teknologi, baik untuk keperluan tugas maupun keperluan-keperluan lainnya.
Emang sih, itu semua karna kita masih di awal materi sehingga kita belum bisa menemukan hal baru dan keunikan-keunikan lain didalamnya. Apalagi jadwal praktikum TIK pukul 13.00WIB. Waktu yang identik dengan lelah, malas, dan mengantuk. Jika fasilitator tidak bisa menghidupkan suasana praktikum agar lebih semangat, lebih mengasyikkan lagi, mahasiswa pun akan merasa jenuh dan merasa bosan menjalani kegiatan praktikum. Al-hasil, materi yang diberikan tidak akan dicerna dan diterima dengan baik.
Sehingga untuk fasilitator, perlu adanya usaha untuk membuat suasana praktikum lebih fresh agar materi yang diberikan pada saat itu tidak akan sia-sia dan meresap dengan baik. Jangan kaku, komunikatif, nggak gengsi, nggak jaim, adalah salah satu cara biar suasana ga tegang, ga spaneng, dan lebih enak dinikmati.
Moga aja sih materi selanjutnya bisa lebih memberikan rasa ingin tahu, bukan rasa kejenuhan dan rasa enggan, tapi rasa dimana kita butuh akan materi itu untuk mengembangkan kemampuan teknologi. Yang paling penting, semoga saat praktikum dilaksanakan, akses internet tidak dikunci, sehingga bisa dmanfaatkan sebagai hiburan apabila sekiranya sudah ,merasa jenuh.. heheheheheeeeeeeeeee
Sebenernya, masih butuh banyak waktu untuk mengkaji lebih dalam. Dan nggak bisa gitu aja mengecam praktikum TIK ini itu seenaknya.

10 komentar:

  1. ihi, aku pengomen pertamamu....

    maksutnya msih butuh banyak waktu apa itu? alinea terakhir? kamu pingin pulangnya maghrib apa?
    aku sih emoh dah yang..... hahahaaa

    BalasHapus
  2. kayaknya yang paling panjang punya kmu..........tp gak aku bca.....males......jangan lupa komen balik lo......

    BalasHapus
  3. nice to meet you alll...

    maksi mba eka.. heee

    BalasHapus
  4. subhanallah, cakepnya yang bikin posting
    masya Allah, dia baik hati dan tidak sombong
    Allahu akbar, juga rajin menabung
    astaghfirullah, aku salah koment

    BalasHapus
  5. wouwh.....
    mantaph...


    jo lali cment blig.qu yo hehehehe

    BalasHapus
  6. Wah isinya keluhan semua T_T

    Begini teman2, sebenarnya materinya itu sudah ditentukan sama Pak Dosen, jadi kami hanya mendampingi teman-teman dalam mempraktikkannya

    Mata Kuliah TIK itu adalah mata kuliah pengantar yang sifatnya wajib, karena untuk selanjutnya temen2 P.Mat akan lebih sering bertemu dengan komputer untuk menyelesaikan banyak persoalan matematis. Mathlab, SPSS, dll
    So, harapannya.. temen2 udah terbiasa berinteraksi dengan komputer agar ndak canggung lagi mengoperasikan software2 yang lebih sulit nantinya

    Bagi yang sudah sangat biasa berinteraksi dengan komputer, saya rasa wajar nek ngerasa bosan menemui materi itu2 lagi. Tapi alangkah lebih bijaknya kalau anda mau membantu teman2 yang masih belum terbiasa. Kan kemampuan temen2 sekelas itu ndak sama. Begitu juga bagi yang masih belum biasa pegang komputer, alangkah baiknya kalau ia mau belajar dan lebih sering mencoba, agar teman2nya yg udah bisa ndak smp ngeluh dan bosen menunggunya
    hehehe :p

    BalasHapus